Sebatas Ketikan

Sebatas Ketikan

Untuk kamu, orang yang ku kenal melalui ketikan.

Entah kapan perasaan ini datang, aku tak menyangka akan punya rasa kepadamu. Hanya ketikan iseng yang mengawalinya, dan tiba-tiba aku mulai menginginkanmu. Kamu yang kukenal melalui sebatas ketikan.

Untuk kamu, orang yang ku kenal melalui ketikan.

Ingin kupeluk dirimu ketika dalam kedinginan, tapi aku hanya bisa memelukmu dalam sebuah ketikan. Tanganku tak bisa menggapaimu yang jauh disana, karna kita terpisah jarak, dan disatukan melalui ketikan tangan. Jemarikupun ingin memegang erat tanganmu, tapi lagi-lagi aku hanya bisa memegang erat ponselku.

Untuk kamu, orang yang ku kenal melalui ketikan.

Ketika ponselku bergetar, aku selalu mengharapkan itu darimu.  Aku selalu melihat ponselku setiap menit hanya demi memastikan kamu sudah membalas pesanku, tak jarang juga aku menunggu pesanmu tanpa keluar dari room chat mu. Lucu memang menyukai orang yang belum pernah aku temui, tapi apa salahnya? Aku tak bisa mengendalikan perasaan ini, kalau seandainya bisa pasti aku berfikir berulang kali untuk menyukaimu.

Untuk kamu, orang yang ku kenal melalui ketikan.

Pesanmu selalu berada di posisi teratas, karena kamulah yang selalu aku hubungi meski dalam keadaan sibukku. Aku tau, cepat atau lambat semua akan berubah. Maksutku, pertemuan yang melalui ketikan ini akan pudar. Tuhan memang mempertemukan kita melalui ketikan, tapi apa benar akan menjadi sebatas ketikan. Entah nantinya berakir dengan aku dan kamu saling dipertemukan, atau salah satu di antara kita menjahui hubungan sebatas ketikan ini karena bosan, atau malah salah satu diantara kita menemukan seseorang yang lebih baik di dunia nyata dan mungkin salah satu diantara kita mulai sibuk mengurusi urusan di dunia nyata, hingga tak sempat memegang ponsel lagi.

Untuk kamu, orang yang ku kenal melalui ketikan.

Bila nantinya pesan darimu sudah tidak berada paling atas dan bila nantinya kamu tak lagi menunggu pesan dariku, aku harap kamu tak melupakan aku. Jika nanti perasaanmu tak sama lagi denganku dan nanti kalau kamu mulai bosan denganku, aku tidak akan menyalahkanmu. Karena aku tau kamupun juga sama sepertiku, tak bisa mengendalikan perasaan yang tiba tiba muncul ini. Tapi, aku ingin kau selalu terus terang dengan perasaanmu.

Untuk kamu, orang yang ku kenal melalui ketikan.

Jika nantinya pesan darimu benar-benar tak datang lagi, mungkin aku akan bertanya-tanya, kenapa kamu sempat berkata suka denganku yang kamu kenal melalui ketikan ini. Mungkin itu hanya kata kata penenang untukku dan mungkin dulu kamu sedang kesepian dan kebetulan aku datang.

Maafkan aku kalau aku selalu menganggumu dengan perasan tak pentingku yang mulai jarang kau tanggapi, dan kamu mungkin mulai risih denganku. Aku hanya tak mau kehilangan kamu atau terpaksa pergi meninggalkanmu. Jika kamu ingin pergi, pergilah, aku tak akan menghalangi kamu, tapi aku akan tetap disini menunggu pulangmu. Meski kamu tak pernah melihatku, bukan berarti aku tak nyata, aku bukan robot chat, perasaanku tak sebercanda itu.

Tetaplah engkau disini jangan datang lalu kau pergi seperti pelangi. Bila tak ingin di sini, jangan berlalu lalang dipikiranku lagi. Semoga kamu bukan pelangiku, yang indahnya hanya sesaat.

Mungkin terdengar alay bagimu, tapi itu yang ingin aku sampaikan, hanya berupa sebatas ketikan.


Zafran

9 comments

Duileh, sapa tuh kamunya? Gue kah? Eh(?) wkwkwk

Reply

Like my story?? Ahahaha.. baca ini kok kesindir ya??
Marah nih sama blogger nya, kok bisa sama kayak hidup gue sih..
Per kalimatnya lumayan nyambung makanya jadi baper😊😊
Keep writing!!

Reply

:D wanjay, jangan terpengaruh baper nak

Reply

Udah dibaca belum nih sama orang yang dimaksud, Mas..

Salah gak, sih, kalau juga merasa kalau ini apa yang aku rasa..haha
Tapi, #ahsudahlan..

Reply

jadi ini tentang orang yang dikenal hanya lewat tulisan tulisannya di dunia maya, atau sudah berlanjut pada chatt saja ini??
ya apapun itu semoga ke depannya bisa berlanjut dari ketikan ke percakapan, lalu obrolan hangat dan aduan mata demi mata...
perpaduan hati pada akhirnya :D

Reply

Apa ya.. mmm, that is an interesting poetry and maybe a lot of people are seen like that. wkwkwk and surely this is for H.K πŸ˜‚πŸ˜‚

Reply

Hati-hati bung cinta diatas ketikan biasanya semu.
Hati-hati bung membedakan suka dengan cinta.
Hati-hati bung suatu saat nanti ketika engkau galau lalu membaca tulisanmu yang ini pasti engkau akan menyumpahi dirimu dengan hal yang tidak-tidak.
Tapi masalah hati siapa yang tahu,
Selamat menikmati kisah hidupmu ya bung,
itu artinya hatimu masih berfungsi dengan baik.
Jalani saja segala hal yang ada di depanmu,

Reply

Kopi darat dong bro. Jangan cuma berani lewat ketikan doang. Jentel bro! Haha.

Kan sekarang bisa video call klo emang gak bisa ketemu. Minimal kita tau cara dia ngomong. Hihi

Reply

Post a Comment