Kesempatan Kedua


Derrttt...derrttt...derttt getaran dari HP yang mungkin pesan dari grup whatsapp keluarga, seperti biasa aku hanaya tiduran di kasur karena grafitasi kasur yang sangat kuat.

Aku melihat HPku untuk mematikan notifikasi grup whatsapp,  ternyata HP ini bergetar bukan karena pesan dari grup itu,  melainkan dari BBM si dia.

Sontak hal itu membuat kuterbangun dari tidur yang malas. Seakan BBM dari dia memberikan tenaga untuk melawan grafitasi pada kasur.

" Oi " pesan dari dia

Hahaha... Seperti biasa cuman dua kata, tetapi ia sangat jarang mengirim pesan duluan.
Terakir kali pesanku di abaikan karena mungkin membuat nya risih karena sering memperhatikannya.

" Ada apa? :D tumben chat duluan "

Aku membalas pesan darinya sambil memberikan emot senyum,  sebagai tanda pada si dia kalau aku sangat senang mendapat pesan darinya.

Sempat teringat kita begitu akrab dulu. Meski tidak pernah bertatap muka dan berbicara langsung, tetapi seakan pesan kita menandakan kalau kita bagitu erat.

Bahkan dia dulu sempat memberikan kode kalau dia suka dengan ku, entah aku yang salah mengartikan perkataan itu atau bagaimana tapi, aku merasa dia juga punya rasa yang sama. Tapi itu semua berubah ketika sesuatu menyerang pada dirinya.

Bukan negara api, aku pun juga tidak tau apa yang terjadi padanya, tapi itu mungkin hal yang membuatnya begitu down. Aku berusaha tetap ada buatnya tapi tidak ada reaksi. Dia seakan berubah begitu drasti, dari yang awalnya agak cuek denganku menjadi acuh tak acuh padaku
.
Aku paham kalau dia memang pada dasarnya cuek,  tapi dia sudah benar-benar berubah, bahkan dia terkadang sampai membuatku tersinggung dengan perkataannya. Beberapa jam kemudian dia membalas pesan dariku,  yah lumayan lama mungkin dia sedang sibuk padahal aku selalu berusaha membalas secepat mungkin jika itu darinya.

" Masih butuh nomor whatsapp gue gak? "

Sebenarnya dia membalas dengan begitu singkat, tapi kuperpanjang agar mudah di pahami.
 
" Butuh lah :D, emang mau ngasih?  "

Dulu aku pernah bertanya nomor whatsapp kepadanya. Kita berbincang bincang di BBM dan Facebook,  tapi HPku masih jadul jadi agak lelet kalau lewat BBM.
Selang beberapa menit, dia menjawab pesan dariku.

" Iya "

Tiga huruf itu membuatku terkejut. Mungkin dia hanya menggodaku saja, yah mungkin dia hanya bergurau karena kesepian dan ingin membuka pembicaraan lebih dahulu.

Dulu aku pernah meminta nomor whatsapp padanya,  tapi ia menolak nya dengan mentah mentah. Menurutnya hanya orang sepesial yang berhak mendapatkan nomore whatsapp nya. Dia menolak begitu keras ketika aku meminta nomore whatsappnya bahkan sampai mendiamkanku beberapa hari dan sekarang ia malah menawarkannya sendiri?  Ini hanya gurauan.

" Yaudah, mana? "

Kubalas pesan singkat darinya. Aku dulu juga pernah mencoba sama seperti dia, berusaha menghindarinya dan tak peduli dengan hidupnya,  hal itu malah menjadi sebuah drama di kepalaku. Kuakui aku sedikit berlebihan tentang dia, bahkan dia juga sering menganggapku lebay ataupun alay. Yaaah beginilah aku, aku berusa membuatmu nyaman pada setiap gurauanku, sama seperti dulu.

" 085 xxx xxx xxx "

Beberapa puluh menit kemudian,  dia membalas pesanku yang berisikan angka di dalam nya. Ini pasti cuman nomore biasa, bukan nomore whatsappnya. Kami dulu juga pernah berbincang bincang melalui sms,  bahkan setiap malam aku menelponnya sampai larut dan sekarang benar benar berubah. Jika ini benar benar nomore whatsapp darinya,  apa dia ingin.... Ah sudahlah mungkin cuma perasaanku yang berlebihan.

Langsungku salin nomore itu dan kutambahkan ke kontak whatsappku serta, langsungku cari namanya di kontakku, yah benar dugaanku namanya tidak ada meskiku cari berulang kali. Dia hanya bercanda padaku, yah dia bercanda.

":D "

Aku hanya membalasnya dengan senyuman. Ia pun langsung membalas BBMku.

" Lanjut di Whatsapp "

Kemudia jari ini bergegas menuju whatsapp dan memperbarui isi kontak. Ah ternyata, aku yang salah dia benar benar memberikan nomore nya. Dengan wajah tersenyum aku pun langsung melihat ke arah foto whatsapp nya,  ia masih sama seperti dulu, senyumnya selalu menenangkanku.

 " Tes "

Kukirim pesan ke nomore itu,  berharap ini benar benar dia dan bukan pacarnya yang sedang memakai fotonya.

" Iya?  "

Ia lebih cepat membalas dari biasanya,  mungkin ia sedang kebetulan membuka whatsapp.

" ini lu kan?  "


" Iyos "

" Lagi apa dis?  "

Deg,  jantung ini berdetak semakin cepat ketika dia bertanya seperti itu.  Apa ini akan menjadi awal yang baru?  Apa dia sudah mau menganggapku lagi? Atau mungkin aku orang yang sepesial menurutnya?

17 comments

Wuihhh keren puisinya aku sampe kebawa suasana.....hehehe

Jadi ini awalnya kawan medsos, tapi sayang belum pernah ketemuan langsung. Tapi ini cuma cerpen kan?

Aku tunggu lho lanjutannya, ada lanjutannya nggk?

Reply

Wkwk Attar ini puisi darimana wong curahan hati :)
Ah bagaimanapun masa-masa seperti ini emang bikin deg-degan tapi juga bikin kasmaran ehem,.

btw ini endingnya bagaimana ya ?
Moga happy ending deh ya :)

Reply

Ada tiga kata yang tidak sesuai KBBi,
Grub seharusnya Grup
Faham seharusnya Paham
Karna seharusnya Karena

Kemudian juga imbuhan -ku atau ku- seharusnya disambung, tidak usah dipisah

Di kalimat :
Bahkan dia dulu sempat mengakui kalau dia suka dengan ku, entah aku yang salah mengartikan perkataan itu atau bagaimana tapi, aku merasa dia juga punya rasa yang sama.

Di situ di awal diceritakan kalau dia sudah mengaku tapi kenapa di akhir masih merasa seperti itu bukan sebuah fakta? Mungkin kalimatnya bisa diganti :
Bahkan dia dulu sempat memberikan kode kalau dia suka dengan ku, entah aku yang salah mengartikan perkataan itu atau bagaimana tapi, aku merasa dia juga punya rasa yang sama.

Frasa "tapi dia berubah benar benar berubah" pun terlalu mubazir, lebih baik diganti "tapi dia sudah benar-benar berubah"

Itu aja sih, selebihnya mungkin karena memang dari HP jadi banyak typo

Semangat terus nulisnya, ceritanya keren :)

Reply

woi Attar sepertinya kamu ketularan si Ayes ya hahaha ini bukan puisi nak tapi sebuah komik wkwkwkwkabuuuurrr :D

Reply

wih mantab analisanya mas, tadi juga ada kata yang kurang hurufnya , harusnya drastis bukan drasti hehehe

Reply

Sebelumnya aku mau mastiin dulu, ini bukan puisi seperti yang dibilang Attar kan?

Aku juga pernah mengalami kejadian seperti itu mas, saat chat aku balesnya cepet tapi si dia balesnya lambat, entah dia lagi sibuk, males mbalas, atau dia mau ngetes kesabaranku? entahla aku juga gak tahu.

Tapi aku juga pernah sengaja membalas chat si sia lama biarin dia tahu rasanya menunggu. HAhahaha

Tapi kebanyakan kalau gak butuh-butuh amat sih cewek itu suka cuek kalau chatnya gak kita bales, kalau pas lagi butuh sama kita, kecepatan mbales chatnya bisa 1000ketik/menit hahaa

Semoga deg-deganmu membuahkan hasil manis mas.

Reply

Ini cerita bukan rekayasa, kan? Gue mau nanya, apakah itu mantan lo? Kalo emang bener itu mantan lo, dia belum move on kayaknya, tuh. Ada tanda-tanda juga kalo lo masih sayang juga sama mantan lo. :D

Gue tunggu kelanjutannya gimana. Toh, sebelum balikan, gue saranin mikir-mikir dulu. Apakah mau jatuh ke lubang yang sama atau mau memperbaiki lubang yang pernah rusak. #halah :D

Btw, keren juga, ya, nulis pake hp bisa sepanjang ini. Jadi mau nyoba gue. :D

Reply

Jadi ini puisi? *ketularan si attar*

Kalau dari analisa sih, ini nggak sekedar cerita fiktif belaka, pengalaman pribadi nih. Tapi asli, nanggung banget euy! Asik baca, endingnya gantung :(

Reply

Lanjut doong!! Masih ngegangtung jadi penasaran lanjutannya gimana hehe

Reply

Ini bukan puisi :3 ini pantun.

Reply

iya semoga saja happy ending :D

Reply

Makasih mas koreksinya :D kalaupun nggak dari HP juga sering typo kok

Reply

:D haha iya
tapi kadang ada cewe yang di cuekin malah diem

Reply

Bukan mantan sih :D hehehe
tapi susah nulis dari HP, apa lagi aplikasi blogspot buat HP bisa di bilang kurang fitur fiturnya

Reply

Rencana masih ada terusannya (y)

Reply

balda cinta dan aplikasi chat. Kirain whatsapp, ternyata bbm. Kirain bbm, ternyata whatsapp. ehehehe. Biasanya sih kalau udah pake kalimat pamungkas "lagi apa" udah ketebak sih... antara mau deketin/ngajak balikan atau.. sekarang doi agen mlm

Reply

Ini puisi? Ya Allah tolong kaya cerita

Reply

Post a Comment