Kita itu Genius, Tapi di Bidang Kita Masing Masing

Apa kalian tau, sebenarnya Semua Orang Itu Genius ? Albert Einstein adalah ilmuan hebat pada abad ke 20, dia mengemukakan teori relativitas. Ini adalah kata kata beliau yang memotivasi saya untuk selalu belajar sesuatu yang saya sukai...

Sistem Pendidikan Indonesia
Semua orang genius. Tapi jika kamu menilai kemampuan ikan untuk memanjat pohon, seumur hidup ikan itu akan berfikir kalau dirinya itu bodoh. - Albert Einstein

 Di negeri kita ini, para siswa dan siswa dari SD sampai dengan SMA selalu di ajarkan Matematika, jujur saya menyukai pelajaran ini karena itu skill saya. Tapi apa kalian tau? banyak dari murid murid di negeri ini sebagian tidak menyukain Matematika. Pengalaman saya dari SD sampai SMA menyimpulkan banyak siswa atau siswi yang menyukai seni dan olahraga, entah itu menyanyi, menggambar, membuat sastra, dan lain lain.

Itu dapat kita artikan bahwa murid di Indonesia lebih menyukai pelajaran yang tidak kaku dan menyenangkan. Teman saya pernah bialang bahwa dia membenci pelajaran yang bersifat kaku, dia berkata kalau seandainya di SMA ada jurusan Seni dia akan masuk jurusan itu.

Sistem Pendidikan Indonesia

Kita selalu di tuntut untuk menjadi sama dengan yang lain, banyak murid yang berfikir kalau dirinya bodoh serta tidak berguna dan memilih melakukan perbuatan curang waktu ujian. Para guru sudah berusaha maksimal untuk menyampaikan ilmu kepada para murid, tapi jika ilmu itu tidak sesuai dengan skill kita pasti ada ke ganjalan dalam hati.

Bayangkan saja jika ada dokter yang membuat obat yang sama pada semua pasiennya, itu akan membuat pasiennya menjadi tambah buruk. Sama seperti guru, jika dia mengajar sesuatu yang muridnya tidak punya bakat dalam bidang itu, maka murid itu akan kehilangan jati dirinya.

Sekolah merupakan tempat terbaik untuk menghancurkan sebuah negara, karena jika suatu sistem pada pendidikan itu salah maka itu akan membunuh kreatifitas, mendorong rasa Individualisme, dan merupakan suatu kejahatan intelektual.

Apakah kita di ajarkan untuk maju di dalam pendidikan di negeri ini? kurasa tidak, kita malah di bawa terjun menjadi sesuanu yang tak berguna. Bisa kita lihat prestasi Indonesia dalam bidang olah raga contohnya sepak bola, pada tahun 70 an, Indonesia di juluki dengan Macan Asia dan berhasilmengalahkan KOSEL dengan sekor 5 - 2 di Jakarta Anniversary Football Tournament III di Stadion Gelora Bung Karno 19 Juni 1972, dulu musuh bebuyutan Indonesia adalah Myanmar dan Korea Selatan. Singapura dan Malaysia dulu nggak ada apa apanya karena takut dengan Indonesia, sekarang negeri kita ini malah susah mati matian mengalahkan Malaysia.

Sehebat itukah Indonesia? Iya, tapi itu jaman dulu. Mengapa sekarang kita menjadi lemah? itu karena Sistem Pendidikan Indonesia yang hanya memfokuskan pada beberapa mata pelajaran saja, kenapa kita tidak memfokuskan pada skill atau kemampuan kita dalam satu atau lebih mata pelajaran yang kita sukai? mengapa kita harus fokus pada pelajaran yang kita benci? Bayangkan kalau kita memfokuskan pada pelajaran yang kita sukai, mungkin Indonesia akan bangkit, tidak menjadi Macan Asia melainkan Macan Dunia.

Apa kalian ingat perkataan Ir Soekarno?
 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” -Bung Karno

Jika presiden pertama kita mengatakan nya tampa ragu, itu berarti tidak mustahil. Tapi kenapa kita belum bisa mengguncangkan dunia? Tidak, kita hampir bisa mengguncangkan dunia, Christian Lie merupakan seorang komikus yang menggambar komik Transformer, Rini Sugianto adalah seoranga animator yang turut serta membuat Film Film Marvil, sebenarnya banyak sekali pemuda Indonesia yang berhasil mengguncang dunia tapi guncangan itu belum cukup kuat untuk membangunkan kembali Macan Asia. Kita hanya perlu berusaha sekuat tenaga lagi untuk mengguncang dunia.

Sistem Pendidikan Indonesia, apa kalian tau Ujian Nasional? mungkin kalian lebih mengenalnya dengan sebutan UN. Di SMA sendiri sangat sangat di takuti, kenapa demikian? karena mental siswa dan siswi yang belum siap serta perkataan para guru dan wali murid yang selalu menuntut kita harus mendapatkan nilai sempurna membuat mental para siswa menjadi turun. 100 dan A+ adalah huruf dan angka yang menentukan suatu kualitan dalam produk, karna demi mendapatkan nilai itu para siswa dan siswi melakukan hal curang.

Sistem Pendidikan Indonesia


Bayangkan saja di SMA, kita belajar 3 tahun di SMA dan kelulusan kita atau kebebasan kita di tentukan dalam waktu kurang lebihnya 4 hari. Di dalam Ujian Nasional terdapat soal Multiple Choice, apa dengan menjawab soal Multiple Choice kita bisa sukses? Frederick J Kelly yang menciptakan tes standar ini berkata...

" Ujian ini terlalu sederhana di gunakan dan sebaiknya di tinggalkan " -Frederick J Kelly
Beberapa tahun yang lalu banyak murid di Indonesia gagal dalam ujian dan banyak dari mereka yang histeris, menangis, frustasi, sakit jiwa dan bahkan nekat bunuh diri karena malu telah mengecewakan wali murid mereka. Siapa yang pantas disalahkan atas perbuatan ini?

Guru Adalah Pahlawan Yang Sering Disalahkan. Tapi guru bukanlah masalahnya, Guru bekerja dalam sistem tanpa banyak pilihan atau hak. Kurikulum dibuat oleh pembuat kebijakan yang kebanyakan tidak pernah mengajar seharipun dalam hidup mereka.

Pada kurikulum 2013 kita akan didik menjadi murid yang memiliki sifat yang baik, tetapi itu malah membuat wali murid membebaskan anak anaknya tanpa pengawasan waktu jam sekolah telah usai. Apa masalah yang di timbulkan? Saya pernah membaca sebuah berita tentang pendidikan, di mana ada guru yang menegur muridnya lalu murid itu melaporkan pada orang tuanya dan orang tua malah menuntut guru itu ke pengadilan.

Sistem Pendidikan Indonesia


Sistem Pendidikan jika dilakukan dengan salah itu malah menjadi tindak kriminal terbesar. Guru di gaji sngat rendah padahal mereka adalah pengajar yang mendidik hingga melahirkan manusia yang berguna. Guru seharusnya memiliki gaji yang sama dengan Dokter, karena Dokter bisa menyelamatkan jiwa seorang anak tetapi Guru bisa membuat seorang anak benar benar hidup dan punya tujuan.

Jika suatu hari saya menjadi menteri pendidikan, saya akan memberikan kesempatan yang sama pada setiap bakat pada siswa, mempendekkan waktu jam sekolah, menaikkan gaji guru, tidak ada PR dan siswa lebih fokus ke berkolaborasi dari pada berkopetensi.

Pelajar memang cuman sebagian dari negeri ini tapi mereka 100% masa depan bagi negeri ini. Indonesia masih punya harapan, mari kita rubah Sistem Pendidikan di negeri ini. Biarkan anak anak memilih sendiri bakat mereka, jangan buat kita menjadi bingung apa jadi diri kita sebenarnya ini. Memang menjadi hebat dalam segala bidang merupakan hal yang mungkin tapi akan lebih efisien jika memfokuskan pada bakat kita.

Kita para murid memang hanya menjadi korban dari sistem yang tidak sempurna, tetapi kita harus berusaha agar kita bebas dari sistem itu dan merubah sistem itu demi generasi yang lebih baik.

Mari kita lihat cuplikan video ini agar kita saadar, bahwa seharusnya Sitem Pendidikan Indonesia itu mengoptimalkan pada setiap kemampuan siswa.



Pembangunan pendidikan di Indonesia bukannya semakin bagus malah semakin buruk. Sistem Pendidikan kita pada tahun 70 an sudah bagus lalu kenapa kita harus terjun bebas, dan membuat para murid atau generasi muda menjadi robot? Saya setuju dengan sekolah geratis, tapi kenyataannya sekolah tetap harus membayar melalui SPP, untuk apa SPP itu? Banyak anak pintar yang tidak terpengaruh dengan alat alat moderen dan malah di didik oleh alam malah menjadi orang yang pintar, seharusnya kita bisa mengambil pelajaran dari itu.

Kurikulum Penedidikan di negeri ini telah berganti sebanya 10 kali di antaranya,

  1. Kurikulum 1947 atau Rentjana Pelajaran 1947

    Rentjana Pelajaran meskipun disusun pada tahun 1947 baru dilaksanakan pada tahun 1950, kurikulum ini, Fokusnya tidak menekankan pendidikan pikiran, melainkan hanya pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat. Materi pelajaran lebih ke seni dan pendidikan jasmani.

  2. Kurikulum 1952 atau Rentjana Pelajaran Terurai 1952

    Rencana pelajaran ini memiliki ciri yaitu setiap pelajaran dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Seorang guru hanya mengajar satu mata pelajaran.

  3. Kurikulum 1964 atau Rentjana Pendidikan 1964

    Ciri-cirinya pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana, yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional atau artistik, keparigelan (keterampilan), dan jasmani.

  4. Kurikulum 1968

    Cirinya yaitu  tidak berkaitan dengan permasalahan faktual di lapangan, menitik beratkan pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik sehat dan kuat.

  5. Kurikulum 1975

    Lahir karena pengaruh konsep di bidang manajemen MBO (management by objective) yang menekankan pendidikan lebih efektif dan efisien

  6. Kurikulum 1984

    Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar yang melakukan berbagai aktifitas mulai dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)

  7. Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999

    Merupakan perpaduan sebelumnya, terutama tahun 1975 dan 1984. Disebabkan oleh beban belajar siswa dinilai terlalu berat dan super padat, dari muatan nasional sampai muatan lokal seperti misalnya bahasa daerah, kesenian, keterampilan daerah, dan lain-lain.

  8. Kurikulum 2004 atau KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi)

    Memiliki ciri-ciri yaitu menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal, berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman, kegiatan belajar menggunakan pendekatan dan metode bervariasi, sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.

  9. Kurikulum 2006 atau KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)

    Pada dasarnya sama dengan tahun 2004. Perbedaannya terletak pada kewenangan dalam penyusunannya, yaitu mengacu pada jiwa dari desentralisasi sistem pendidikan. Pemerintah pusat menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar dan guru dituntut mampu mengembangkan sendiri silabus dan penilaian sesuai kondisi sekolah dan daerahnya.

  10. Kurikulum 2013

    Memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Memiliki ciri yaitu dalam materi pembelajarannya terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi yang ditambahkan adalah Matematika.


Sistem Pendidikan Indonesia

Kita sudah banyak bergonta ganti kurikulum tapi kenapa kita belum bisa menjadi lebih baik? padahal kurikulum yang baru adalah penyempurnaan kurikulum yang lama. Maka dari itu marilah kita Para Pelajar Indonesia berusaha membebaskan diri dari suatu sistem yang kurang sempurna dan merubah Sistem itu menjadi lebih sempurna tentunya dengan terus belajar.

Cukum sekian pembahasan kita tentang Pendidikan di Indonesia, jika ada kurang lebihnya mohong maaf dan saya sangat menghargai sebuah kritik walau pun itu cuman setetes. Seperti biasa Sekian dan Terima Kasih.


Sumber Gambar dan Referensi :

16 comments

Kita sepemikiran. Gue juga ngerasa gitu. Kita dipaksa untuk mengerti sebuah materi, tapi materi tersebut kita yakin kalo tidak akan kita pake. Karena jauh dari passion kita. Gue nggak suka Kimia, Fisika. Gue nggak pernah belajar, gue nggak mau tenaga gue sia-sia mempelajari hal yang nggak akan gue pake.

Ngomong-ngomong soal penulisan, murid itu pake huruf d, bukan huruf t (murit)..

Reply

Menurut dipi banyak dari unsur kurtilas yg sebenarnya sgt bagus utk perubahan pendidikan di Indonesia. Paling tidak dalam setiap mata pelajaran bahkan RPP baik pendidik maupun peserta didik hrs memasukkan unsur perilaku yg mana kita sdh bnyak kehilangan pesan dlm proses belajar krn banyaknya konten yg hrs dipelajari. Sayangnya kurtilas mnuntut kualitas pendidik yg baik, karena kompleksnya proses hulu hilir.
Semoga pendidikan kita bs berubah makin bagus ya sistemnya.

Reply

Menurut dipi banyak dari unsur kurtilas yg sebenarnya sgt bagus utk perubahan pendidikan di Indonesia. Paling tidak dalam setiap mata pelajaran bahkan RPP baik pendidik maupun peserta didik hrs memasukkan unsur perilaku yg mana kita sdh bnyak kehilangan pesan dlm proses belajar krn banyaknya konten yg hrs dipelajari. Sayangnya kurtilas mnuntut kualitas pendidik yg baik, karena kompleksnya proses hulu hilir.
Semoga pendidikan kita bs berubah makin bagus ya sistemnya.

Reply

Gue suka ngegambar tapi karena gue dari kecil gue di tuntut bisa matematika akirnya skill gue di matematika.

makasih gan udah di kritik penulisannya

Reply

kak dipi lagi semnagat, ngomennya sampek dobel hehehe. Ia kak semoga saja suatu hari nanti sistem pendidikan kita semakin bagus.

Reply

Gue udah nonton videonya Prince Ea diatas, pendapat-pendapatnya memang sangat benar sekali, mobil mobil yang dari jaman dulu sudah mulai berevolusi ke segi modern, namun kenapa sistem pendidikan sama saja seperti dahulu? Tidak ada perubahan dan stuck disitu aja.

Semua orang punya bakat masing-masing. Seorang musisi tidak perlu nilai fisika, seorang seniman tidak memerlukan nilai matematika.

Tetapi kadang, realitanya jauh dari harapan kita

Reply

Doain aja gan, suatu hari nanti gue bakalan bisa nyempurnain negeri ini amin

Reply

Yess, saya setuju dengan pemikiran yang kamu tuangkan di dalam postingan ini. YAng pertama, kita memang pada dasarnya emmiliki bakat masing-masing dan bakat tersebut jika disalurkan di tempat yang salah, maka tidak akan berhasil. Ujung-ujungnya seperti filosofi ikan memanjat pohon yang disampaikan oleh Albert Einstein.

Semoga saja kedepannya pendidikan di Indonesia ini lebih baik lagi ya. Dan kudoakan semoga kamu bisa jadi menteri pendidikan biar bisa memperbaiki sistem pembelajaran di Indonesia ini hehe.

Reply

Kita sepemikiran juga! Seharusnya tiap orang bebas belajar sesuatu yg sesuai niat dan bakat dia, biar ga terbebani jg dlm prosesnya. Krn yg skrg gw liat sih, banyak anak2 sekolah yg ngerasa beban banget masuk pagi pulang sore, bawa buku seabreg, belom lagi ikut les segala macem, demi lulus UN yg sbnrnya mata pelajarannya emg bukan keahlian dia.
Emang sih pendidikan formal (barangkali) perlu utk ilmu2 dasar, tapi keknya karena hal itu terlalu dituntut, jadinya pendidikan moralnya luntur. Alhasil, banyak murid yg kurang azzzar sm guru hehe

Reply

Ntahlah......gue cukup suka matematika, tapi kawan kawan gue malah ngindar...hahaha

Setiap manusia itu sudah diberikan oleh tuhan YME kelebihan dan kekurangan masing masing. Bakat masing masing, tinggal kitanya aja yang harus mampu memanfaatkannya, klo kita nggk bisa, yha.....kita termasuk rugi

Reply

Pada dasarnya memang sering orang berpikir kalau orang pintar dan cerdas adalah orang-orang yang selalu mendapatkan peringkat kelas di sekolah.
Padahal orang punya keunggulan yang berbeda-beda.

Reply

Setuju banget sama tulisan lu. Indonesia sebenernya punya banyak guru-guru hebat, hanya saja sistem pendidikannya masih banyak kekurangan, apalagi sering dijadikan alat politik. Setiap ada menteri baru, mereka berlomba-lomba bikin kebijakan, seolah-olah kompetisi cari muka dan cari sensasi. Kasihan guru-guru dan anak-anak Indonesia, terus menerus dijadikan "bahan percobaan" oleh para politikusnya...

Reply

Setauku UN sudah tidak menjadi syarat untuk kelulusan ? hmm
menurutku di jenjang SD - SMA kita dituntun untuk menguasai berbagai hal, kenapa ? karena itu merupakan sebuah dasar atau bisa juga disebut sebuah fondasi untuk bagaimana kita bisa menjadi seorang yang ahli dalam bidang yang akan ditekuni.

Orang yang hebat dalam suatu hal tidak mungkin hebat jika dia tidak mempunyai fondasi yang kokoh pd segala ilmu.

Reply

Bener juga sih gan, memang kalau di pikir pikir kita harus punya dasar dulu. Mungkin di jenjang kuliah kita bisa merasakan fokus pada satu jurusan.

BTW gue masih SMA :D

Reply

Gue termasuk orang yang kurang menyukai matematika . Setiap orang itu emang punya kelebihan di bidangnya masing masing , jadi ya gak bisa disamakan .

By the way dulu disekolah gue sempet diterapin K 13 , tapi diganti lagi jadi KTSP 2006.

Reply

Post a Comment